Tak Peduli Terjerat Krisis Ekonomi, Mesir Bangun Pangkalan Militer Terbesar di Afrika

KIBLAT.NET, Kairo – Pangkalan militer besar dibuka di Mesir pada Sabtu (22/07) di tengah tekanan krisis ekonomi yang terus berlanjut di negara. Upacara pembukaan dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka di dunia Arab. Di antaranya Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayyed dan Jenderal Libya Khalifa Haftar.


Pangkalan militer ini dinamai dengan presiden pertama Mesir Mohammed Naguib, yang digulingkan oleh Gamal Abdel Nasser. Pangkalan dibangun di dekat kota pelabuhan Alexandria.


Pangkalan baru ini mencakup lebih dari 1.100 bangunan, 72 lapangan latihan, dua kompleks perumahan dan sebuah pusat konvensi besar yang membuatnya menjadi pangkalan militer terbesar di Timur Tengah dan Afrika.


Pembukaan diiringi dengan aksi para tentara terlihat bertelanjang dada mengangkat beban berat di atas truk yang berjalan. Dengan dipadukan sebagian tentara yang memamerkan kecakapan mereka dengan pertunjukan sit-up. Adapun di sisi lain, terlihat Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi duduk tampak bangga menyaksikan pertunjukan itu.


Al-Sisi mengatakan bahwa pangkalan militer sangat penting untuk mengalahkan “terorisme” dan akan melindungi wilayah yang luas dari Mesir yang telah terguncang oleh serangan militan.


“Mesir akan tetap menjadi negara yang mencintai perdamaian dan tidak akan pernah beradaptasi dengan ancaman teroris dan orang-orang di belakang mereka,” kata Sisi. “Terorisme, bagaimanapun, akan menjadi katalisator untuk mengerahkan lebih banyak usaha di semua tingkat,” imbuhnya.


Pangkalan dibangun di tengah kondisi Mesir yang bersusah payah menjadi ekonomi tetap stabil. Gejolak ekonomi terjadi setelah Al-Sisi menggulingkan pemerintahan Muhammad Mursi yang terpilih secara secara demokratis pada 2013.


Mesir menggunakan dana talangan IMF untuk mendanai proyek-proyek di negara tersebut. Namun hal itu justru membuat Mesir menjadi negara termiskin dengan terus membayar biaya yang berat, sekalipun telah melakukan langkah-langkah penghematan untuk membantu mengekan pengeluaran pemerintah. .


Harga-harga bahan pokok telah meroket, mulai dari roti, bensin, hingga tiket angkutan umum. Mata uang devaluasi Mesir juga membuat barang impor seperti mobil yang harganya jauh lebih mahal.


Meskipun anggaran untuk angkatan bersenjata adalah sesuatu yang dirahasiakan, pengeluaran militer untuk negara berkembang kemungkinan besar akan sangat besar. Intervensi Mesir di negara tetangga Libya, pembelian jet tempur, dan pertempuran yang sedang berlangsung melawan pemberontakan berdarah di Sinai kemungkinan akan membuat biaya tetap tinggi.


Sumber: The New Arab
Redaktur: Ibas Fuadi


The post Tak Peduli Terjerat Krisis Ekonomi, Mesir Bangun Pangkalan Militer Terbesar di Afrika appeared first on Kiblat.

Tak Peduli Terjerat Krisis Ekonomi, Mesir Bangun Pangkalan Militer Terbesar di Afrika Tak Peduli Terjerat Krisis Ekonomi, Mesir Bangun Pangkalan Militer
Terbesar di Afrika Reviewed by Media Khazanah on 8:02 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.