Ajarkan Kebaikan Walau Belum Mampu Kau Amalkan

KIBLAT.NET – Berdakwah atau mengajak kepada kebaikan bukanlah kewajiban para ulama atau da’i semata. Namun ia merupakan perintah yang diwajibkan kepada setiap umat Islam. Siapa pun yang telah dikaruniakan ilmu ia wajib menyampaikannya kepada orang lain. Walaupun dalam beberapa hal ia belum mampu melaksanakannya.


Adalah Imam Hasan al-Bashri, suatu ketika beliau mengingatkan murid-muridnya agar senantiasa menyampaikan ilmu kepada siapa pun juga. Dan jangan sekali-kali meninggalkannya dengan alasan belum bisa mengamalkan apa yang diketahuinya tersebut.


Wahai manusia,” seru Hasan Al-Bashri, “Sesungguhnya aku ingin menasihati kalian dan bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian. Sungguh, aku pun telah banyak melampaui batas atas diriku sediri. Aku tidak mampu mengendalikannya dan tidak pula membawanya sesuai dengan kewajibannya untuk menaati Rabb-nya.


Andai saja seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat. Akan sedikit jumlah orang yang mau memberi peringatan dan tidak akan ada orang-orang yang berdakwah di jalan Allah ‘Azza wa Jalla, tidak ada yang mengajak untuk menaati-Nya, tidak ada pula yang melarang dari bermaksiat kepada-Nya.


Namun dengan berkumpulnya para ulama dan kaum mukminin, sebagian memperingatkan kepada sebagian yang lain, niscaya hati orang-orang yang bertakwa akan hidup dan akan teringatkan dari segala kelalaian serta memberi rasa aman dari setiap kekhilafan.


Maka teruslah—Semoga Allah mengampuni kalian—menepati majelis-majelis ilmu. Karena bisa jadi kata-kata yang terdengar merendahkan diri kita, namun itu bermanfaat bagi kita. Bertaqwalah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.” (Mawa’izd lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal: 185)


Saling menasihati merupakan kewajiban yang harus selalu dijaga oleh setiap mukmin. Setiap ilmu yang diperoleh wajib ia sampaikan kepada saudaranya. Sebelum menyampaikan, tentu ia harus berusaha untuk mengamalkannya. Sebab, kewajiban pertama setelah megetahui ilmu adalah berusaha untuk mengamalkan. Namun demikian, bukan berarti kewajiban menyampaikan ilmu itu gugur dengan alasan belum bisa mengamalkannya. Wallahu a’lam bis shawab!


Fakhruddin


The post Ajarkan Kebaikan Walau Belum Mampu Kau Amalkan appeared first on Kiblat.

Ajarkan Kebaikan Walau Belum Mampu Kau Amalkan Ajarkan Kebaikan Walau Belum Mampu Kau Amalkan Reviewed by Media Khazanah on 8:11 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.